Kang Rizal

Guru Spiritual & Pakar Azimat

Assalamualaikum

Siapa Kang Rizal ? Perkenalkan saya Kang Rizal, pemilik dari situs ini. Ketika kecil, saya sama sekali tidak tahu tentang dunia kebatinan dan spiritual. Tetapi saat tumbuh dewasa, sekitar usia SMP saya mulai merasakan banyak hal aneh.

Seperti melihat bayangan orang berjalan, bisikan tanpa wujud, dan hal-hal lainnya.Pada awalnya saya tidak percaya dengan dunia seperti itu, tetapi saat bertambah dewasa, hal seperti itu sering saya alami dan seakan tidak bisa dihindarkan. Saya mulai merasakan hal yang lebih luar biasa yang tidak bisa diterima nalar.

Saat tidur saya Seiring berjalannya waktu, keanehan seperti itu semakin bertambah frekwensinya. Tidak hanya melalui bermimpi saja, namun perlahan setiap perkataan saya, tiba-tiba menjadi hal yang nyata. Sebagai contoh, saya pernah merasakan

akan terjadi hal buruk kepada salah seorang teman, kemudian saya mendadak ingin sekali menelponnya. Alhasil ketika saya berhasil menghubunginya melalui SMS, saya terucap: “Kamu Hati-Hati Ya.” Tentu dia bingung tak tahu juntrungannya. Tapi apa yang terjadi? Keesokan harinya dia tergelincir di kamar mandi, hingga menyebabkan dia sakit berhari-hari.ering mengalami perasaan seperti mimpi, seakan saya ditemui oleh mahluk-mahluk aneh. Aneh ini maksud saya adalah, sosok mereka tidak pernah saya temui sebelumnya.

Sosoknya terkadang berwujud laki-laki, kadang perempuan, tidak pasti tampilannya. Namun yang jelas, mereka selalu membayang-bayangi dalam tidur. Bahkan kontak fisik seakan sangat terasa sekali. Sosok yang perempuan, sampai pernah berkomunikasi, ngobrol dengan dia. Dari peristiwa itu, saya tahu dia bernama Anti.

Perawakannya sama seperti perempuan pada umumnya, dia berambut panjang. Dalam kondisi saya setengah bermimpi, terlihat rambutnya terterpa angin hingga mengenai muka saya. Walaupun saat itu kondisi sedang tertidur, namun saya merasakan dengan jelas rambut Anti menerpa muka saya. Itulah yang membuat saya merasa aneh. Terkadang saya ingin menganggap apa yang saya alami hanya halusinasi, tapi faktanya kontak fisik itu sungguh terasa.

Sering saya merasakan hal seperti itu. Seakan saya bisa tahu masa depan, tentang apa yang akan terjadi kemudian hari. Jika ada sesuatu hal yang saya rasakan akan terjadi, pikiran saya menjadi tak menentu. Saya menjadi sering gelisah, takut dan merinding. Tapi jika saya sudah menceritakan, mengutarakan kepada orang yang bersangkutan, barulah terasa plong, lega.

Setelah kejadian seperti itu sering saya alami, akhirnya saya ingin mencari penjelasan. Hal-hal aneh yang saya rasakan, terkadang membuat kondisi fisik dan psikis saya terganggu. Sehingga harus ada penjelasan yang logis di balik semua hal yang saya alami ini. Akhirnya saya bertanya pada Bapak dan Kakek saya. Jawaban terbaik diberikan oleh Kakek. Beliau mengatakan bahwa apa yang saya alami ini adalah karunia yang tidak semua orang miliki. Lebih tepatnya karunia yang tidak dimiliki oleh anggota keluarga saya.

Ternyata, keanehan yang saya alami itu adalah awal dari turunnya karunia tersebut. Sedangkan goncangan kondisi fisik dan psikis itu merupakan reaksi yang timbul dari dalam diri saya atas semua kejadian spiritual itu. Ibaratnya, saya waktu itu masih kaget dan belum terbiasa. Dalam penjelasannya kakek menambahkan lagi, karunia ini merupakan turunan dari Kakek Buyut yang memiliki kemampuan spiritual pada zamannya. Kakek Buyut ternyata adalah orang yang paling disegani didaerah kami.

Kakek bercerita, ilmu dan kekuatan Kakek Buyut sangat tinggi. Beliau pernah berduel dengan harimau di desa yang kala itu masih berupa hutan belantara, hingga menggigit lidah harimau itu sampai putus. Bayangkan, orang mana yang mampu melakukan dan segila itu. Itu semua karena Kakek Buyut memiliki ilmu sehingga beliau berani melakukan hal-hal diluar nalar manusia.

Dan ternyata, ilmu itu menurun kepada saya. Bukan anak, cucu, dan cicitnya yang lain, tapi justru saya. Ketika mendengar penjelasan Kakek, bukannya plong, saya justru makin ketakutan. “Apa dihilangkan saja Kek?” Tanya saya. Tapi beliau justru menjawab dengan jawaban yang lain. “Jangan dihilangkan, itu bisa bermanfaat untuk menolong orang banyak. Kamu harus belajar untuk mengontrol dan melatihnya. Itu karunia, dan diantara garis keturunan keluarga, hanya kamu yang terpilih untuk mewarisi kekuatan itu.” Begitu katanya.

Hingga akhirnya saya (Kang Rizal) memutuskan untuk mengikuti saran Kakek. Saya belajar mengendalikan dan melatih kekuatan yang saya miliki. Perlahan saya arahkan gambaran penglihatan masa depan, untuk hal-hal kebaikan. Menghindarkan orang dari kesialan, menghilangkan duka dan pikulan beban tanggungan dari orang-orang yang memerlukan.

 

Close Menu
×
×

Cart

WhatsApp WhatsApp us