Posted on Leave a comment

Pelarisan Air Cucian Beras, Salah Satu Ilmu Pelarisan yang Banyak Dilakukan Orang-Orang

Air Cucian Beras, Salah Satu Ilmu Pelarisan yang Banyak Dilakukan Orang-Orang. Ada banyak sekali jenis usaha yang bisa ditemukan. Di mana, untuk membuat usaha tersebut lancar, maka pedagang harus mempunyai banyak strategi. Di zaman serba canggih seperti saat ini para pedagang atau pengusaha memilih untuk melakukan promosi melalui media sosial.

Hal ini dianggap efektif, sebab pedagang bisa menjangkau lebih banyak pelanggan. Selain itu, peluang untuk mendapatkan banyak keuntungan pun menjadi lebih besar. Hanya saja, meskipun teknologi sudah berkembang cukup pesat, tetap saja ada beberapa pedagang yang memakai ilmu pelaris. Di mana, dengan ilmu tersebut, pelanggan akan mudah untuk berdatangan.

Ada banyak sekali pelarisan yang bisa dipilih oleh pedagang. Salah satu pelarisan yang cukup terkenal adalah pelarisan air cucian beras. Pelarisan sendiri merupakan sebuah istilah yang sering digunakan para masyarakat untuk meningkatkan hasil usaha atau dagangannya. Hadirnya pelarisan ini menuai pro dan kontra. Sebab, ada sebagian orang yang mempercayainya dan ada juga yang tidak.

Pelarisan Air Cucian Beras

Ada banyak sekali jenis pelarisan. Nah, yang satu ini sebenarnya sudah ada sejak zaman dulu. Penggunaan air cucian beras sebagai media dikarenakan beras merupakan makanan pokok sebagaian besar masyarakat Indonesia. Menurut orang zaman dulu, air cucian beras memiliki energi keberkahan. Hanya saja, hal itu berlaku bagi orang-orang yang mempercayainya.

Biasanya, pelarisan air cucian beras dipilih karena mudah untuk dipraktekkan. Bahkan, ada beberapa pedagang yang hanya menyiramkan air cucian beras ke sekeliling tempat usahanya. Sebenarnya, ritual ini banyak dilakukan oleh orang-orang untuk tempat tinggalnya atau tempat usahanya. Hal ini dikarenakan sesuatu yang tak kasat mata atau energi negatif bisa merugikan pelaku usaha. Oleh sebab itu, banyak yang meyakini bahwa air bekas cucian beras ini bisa menetralisir hawa negatif.

Di beberapa daerah, cara mempraktikkan tentu berbeda-beda. Namun, untuk bisa mempraktikkan, pedagang atau pengusaha harus mempercayainya terlebih dahulu. Jika memang terdapat keraguan, maka lebih baik jangan dilakukan.

Cara Mempraktikkan Pelarisan Air Cucian Beras

Sebelum memutuskan untuk mempraktikan pelarisan air cucian beras ini, pedagang atau pengusaha harus tetap mempercayai bahwa keberhasilan usahanya datang dari Sang Pencipta. Jangan sekali-kali menganggap bahwa keberhasilan tersebut datang dari makhluk ghaib atau diri sendiri. Ada banyak cara yang bisa dipraktikkan untuk melakukan cara ini. Salah satu cara untuk mempraktikkannya adalah sebagai berikut.

Air bekas cucian beras disimpan di dalam wadah terlebih dahulu. Jika memang memungkinkan, maka bisa ditambahi dengan daun kelor sekitar beberapa ranting saja. Setelah itu, tambahkan juga garam kasar sekitar dua genggam, lalu aduk sampai merata. Beberapa bacaan yang bisa dilafalkan adalah syahadat sebanyak 3 kali dan ayat kursi sebanyak 21 kali. Setelah membaca bacaan tersebut, tiupkan ke air tersebut.

Terakhir, siramkan air tersebut pada sekeliling rumah atau tempat usaha. Ketika melakukan penyiraman, maka orang tersebut harus membaca doa dan dirinya dalam keadaan suci. Siramkan pelarisan air cucian beras tersebut secara merata. Penyiraman ini sebaiknya dilakukan pada pagi hari selepas shalat subuh atau sesudah shalat magrib.

Demikianlah beberapa hal mengenai pelarisan air cucian beras. yang bisa ditemukan di beberapa daerah ini memang masih banyak yang mempercayainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *